Indahnya Ramadhan di Fukuoka

Riak-riak gembira dalam hati, yang tak bisa dipungkiri. Karena yang ditunggu setahun lamanya kini hadir kembali. -MF

Tahun ini memang bukan tahun pertama saya menjalani Ramadhan di tanah rantau, karena memang saya sejak kuliah sarjana dulu sudah merantau ke Bogor. Tapi, tahun ini jadi tahun pertama merasakan Ramadhan di negeri orang, Jepang. Dalam hati ada rasa penasaran, disamping juga was-was. Kira-kira apa ye tantangannya disini ? Kalau di Bogor dulu ya paling cuma kangen-kangen dikit dengan keluarga, makanan melimpah, kolak aneka jenisnya, cincau aneka warnanya semua deh pokoknya haha. Terlebih akhir Ramadhan pasti pulang kampung sih, jadi terobati lah kangennya. Nah di Jepang ini mungkin saya akan menemui banyak hal-hal dan juga pengalaman baru. Hmm, berikut sedikit ceritanya :

  • Lama Puasa

Karena puasa kali ini jatuh pada 6 Juni, atau awal-awal musim panas maka suhu sudah beranjak 25+ setiap harinya, kadang pun hujan juga sering turun. Beruntungnya tahun ini sudah tidak pada puncak musim panas jadi suhu segitu udah bersyukur banget. Selain itu, kalau di Indonesia (karena Khatulistiwa), panjang siang dan malam hampir sama setiap tahunnya, nah di negara sub-tropis beda, walaupun di kota Fukuoka, Jepang nggak ekstrim banget. Dulu pas musim dingin, sholat subuh jama’ah di Masjid 6:30 AM, nah sekarang 4:00 AM, lumayan kan bedanya. Praktisnya puasa jadi lebih lama, lebih lama 2 jam dari Indonesia yaitu dari : 3:25 AM sampai 7:30 PM (16 jam).

  • Tantangan Puasa ??

Jika tantangan puasa itu karena banyak orang makan disekitar kita padahal kita sedang puasa ? Hmm, rasanya nggak secemen itu sih, haha. Ya kali umur udah segini masih tergoda aja sama yang kayak gitu. Yang paling riskan adalah pemandangan yang “kurang enak” kalau di kampus. Banyak mahasiswi yang berpakaian sexy, membuka aurat, “bebas untuk dilihat” asal jangan protes kalo pahala puasa nggak bersisa haha. Jangankan musim panas gini, musim dingin aja banyak yang masih pake rok mini padahal saya udah pake jeans dan pake pakaian hangat di dalem. Kalo dipikir-pikir sih “sakti juga nih anak-anak Jepang yang pakai pakaian gitu”. #prok prok.

Dalam bahasa Jepang, puasa/shaum disebut “danjiki atau 断食”. Di lab, karena sudah familiar denga muslim yang berpuasa jadi sudah pada ngerti ngapain muslim nggak makan sebulan penuh. Pernah saya iseng nanya kawan sebelah “ラマダン断食やってみますか – mau nyoba puasa ?” Ia jawab “無理だ – nggak mungkin (nggak bakal kuat)” haha.

Jadi apa tantangan puasanya woii !! Orang biasanya bakal nanya gini nih, kayaknya kalo di luar negeri tanpa tantangan kurang seru gitu, haha. Kurang menantang #apasih. Alhamdulillah nggak ada tantangan berarti sih, malah sangat enjoy puasa disini (kalo nggak percaya liat video di bawah ya). Perkara nggak bisa makan masakan Indonesia, kadang kami (di seputaran Hakozaki) juga sering ngumpul dan masak-masak. Alhamdulliah 33x

  • Nikmatnya dekat dengan Masjid

Di Indonesia saking biasa dan banyaknya masjid di sekitar kita, kalo liat Masjid jadi biasa aja. Nah disini karena satu kota cuma ada 1 masjid, jadi betapa bersyukurnya kalo apartemen dekat dengan masjid dan lab juga. Namanya “Masjid Fukuoka Al Nour“, didirikan tahun 2009 yang diinisiasi oleh alumni dan mahasiswa Kyushu University. Oleh karena itu tempatnya hanya 5 menit dari kampus Hakozaki, Kyushu University sepedaan atau 15 menit jalan kaki.

Oh ya, kampus yang terdekat dengan Masjid ini ya kampus saya saat ini : Kampus Hakozaki, kalau kampus ya yang lain lumayan jauh. Apalagi sekarang kampus utama Kyushu University sudah dipindah ke daerah Itoshima (beda kota), berjarak lebih dari 1 jam ke sana dari Hakozaki. Karena satu Kota hanya ada 1 masjid, jadi kawan-kawan di Ito dan lainnya biasanya mengunakan ruangan kampus sebagai Mushola, pastinya tidak semeriah dan semewah di masjid sih. Makanya bersyukur banget dapet kampus di Hakozaki, walaupun sudah mulai semak haha.

Jika di kampung dulu, kalo sholat jama’ah sebelahan saya ya pasti tetangga-tetangga, di sini Alhamdulillah, saya bisa merasakan berada di komunitas Internasional, berdampingan dengan muslim dari Mesir, Pakistan, India, Syria, Tunisia, Bangladesh, Libya dll. Inilah gambaran kecil persaudaraan muslim di dunia. Tentu dengan karakter tiap orang dan bangsa yang beda-beda, namun selama “syahadah” kita sama, maka kita bersaudara 🙂

Fukuoka Masjid 2
Sholat berjamaah di ruang utama (Credit to Fukuoka Masjid Facebook Fanpage)

Di Masjid ini juga banyak digelar kegiatan untuk memeriahkan bulan Ramadhan yaitu : Iftar harian, Grand Iftar mingguan, Sholat Tarawih, Ceramah/kuliah, Tadarrus Quran, dll. Ahamdulillah, begitu banyak kegiatan untuk semakin mengais pahala di bulan ini.

  • Ramadhan bulan penghematan

Di Masjid “kampung” kami setiap hari ada “Buka puasa (Iftar) bersama” yang tidak kurang 100 orang hadir dan makan bersama. Dengan menu ayam dan seringnya kambing, mahasiswa mana yang tidak senang haha. Makin dekat dengan Masjid makin hemat kantong selama Ramadhan haha

Fukuoka Masjid 3
Suasana Iftar (Buka Puasa) di Masjid Fukuoka. (Credit to Fukuoka Masjid Facebook Fanpage)

Tentu tidak datang dan makan, komunitas Indonesia juga punya kewajiban piket pada pekan pertama bulan Ramadhan dan juga mengadakan Grand Iftar di hari Minggu pertama. Ah, Indahnya memang serasa lebih syahdu. Sejatinya memang bumi luas ini adalah hamparan sajadah untuk senantiasa mendekatkan diri padaNya.

Silakan cek video ala ala Muslim Traveler yang saya bikin ini. Niatnya untuk dikasihkan ke LPDP untuk menyemarakkan “Ramadhan di Kantor LPDP”. Mudah-mudahan menarik dan bermanfaat.

*Taping/ ngerekam suaranya berkali-kali, beda posisi dan beda mood makanya jadi berubah-ubah hehe

**Foto diambil dari akun Facebook Masjid Fukuoka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *