Seperti Salju di Pulau Kyushu …

Oktober 2015 lalu, Pulau Kyushu sempat dikabarkan akan mengalami musim dingin yang lebih hangat dari biasanya. Salah satu penyebabnya adalah karena fenomena El Nino di pesisir pantai Peru. Siapa sangka, pada bulan Januari 2016, tanggal 23-25 justru suhu di Fukuoka turun hingga -5 (walaupun feels like -13 sebenarnya). Selain itu diprakirakan akan turun salju dengan intensitas yang cukup tinggi.

Tentu ya, saya sebagai seorang yang datang dari negeri tropis merasa penasaran “kayak apa sih es serut jatoh dari langit yang bernama salju itu ?” Beberapa waktu sebelum salju lebat turun memang ada beberapa yang bilang wah ada salju, ada salju. Buru-buru dah saya lihat ke luar. Ah mana, cuma air hujan aja. Beberapa kali sampe meratiin lama tuh air hujan di luar. Meski di Jepang ternyata susah juga ya lihat salju hahaha.

Seperti salju di pulau Kyushu… memang tidak disangka sebelumnya. Sepulang dari kampus 23 Januari malam, dari bis terlihat ada tumpukan salju di pinggir jalan dan di atas mobil. Hujan salju makin deras dan juga angin melanda Kyushu hingga besoknya. Besok paginya, dari jendela asrama lantai 3, terlihat salju sudah menumpuk. Wah, mirip di Hokkaido, kenapa kalo inget salju asosiasinya langsung daerah Hokkaido ya haha. Mungkin saking mainstreamnya turun salju disana.

Apakah momen ini akan terlewat begitu saja ? Tentu tidak. Salju turun selebat itu di Pulau Kyushu merupakan fenomena 40 tahun terakhir katanya. Saya sempat ngobrol-ngobrol sebelum kejadian itu dengan seorang Senpai yang sudah tinggal 10 tahun di Fukuoka “Pernah nggak sih salju numpuk disini ?” sambil sepedaan ke kampus Hakozaki. “Ya ada, tapi paling tipis, disekitar itu” sambil nunjuk pinggir jalan dekat semak-semak. Hahhaaha. Bisa kebayang kan jadi yang 10 tahun aja bilangnya gitu. Lagi Mr. Khaleed asal Mesir, teman Lab saya pernah bilang “Di Fukuoka cuma dingin aja, padahal saya juga pengen liat salju“. Ia sudah 5 tahun di Fukuoka. Hmm, sebegitunya kah. Memang ya, Dirimu seperti salju di Pulau Kyushu.. #mulaibaper dah.

IMG_1804
Mandi salju di Kuil Hakozaki, antara nekat dan norak hahaa

Minggu, 24 Januari, karena nggak kuat dirayu salju yang turun lebat di luar, akhirnya saya ikut keluar merasakan dihujani kenangan salju langsung. “Ah, dingin sedikit kagak ape lah. Namanya juga perjuangan #tsaaah“. Di taman dekat asrama ternyata ada juga anak-anak Vietnam yang lagi sibuk teriak-teriak sambil foto-foto. Well, ada teman ber-norak ria disini. I was not alone there, LOL. Setengah jam kemudian, badan mulai kaku. Ujung jari mulai sakit. Buru-buru lari ke asrama karena kalo pingsan disitu, nggak lucu banget haha.

Apps chatting bunyi terus seharian, anak-anak PPI Fukuoka saling bagi-bagi foto salju dan ada gile buat main salju di luar bareng-bareng. Akhirnya tempatnya yang memungkinkan diakses bus adalah Hakozaki Shire (Kuil Shinto Hakozaki). Jadwal bus nggak terprediksi waktu itu, saya nunggu bus hampir 20 menit sendiri di halte, udah mau beku dan terbang ditiup angin. Bus juga pake ban rantai hari itu, mungkin itu namanya ban salju ye. Maaf saya nggak tahu, norak banget dah. Sampai di Hakozaki Shrine, disana udah ada Dilla dan Mbak Tya. Setelah video dan foto berbagai pose akhirnya kita cuma bertahan kurang lebih satu jam disana, setelah itu kabur nyari perlindungan ahahaa. Ternyata baru tahu kalo di temperatur sub-zero gitu yang paling sensitif adalah ujung-ujung jari dan kuping. Lain waktu, kalo main ke daerah dingin udah pengalaman lah minimal hahaha. 本当に楽しかったです

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *