Menemukan Makanan Halal di Jepang [1]

Makan memakan adalah urusan paling vital bagi mahluk hidup heterotrof macam kita-kita ini #tsaaah. Duh balik lagi bahasanya, ceritanya udah mulai jadi mahasiswa lagi jadi bahasa-bahasa aneh gitu inget lagi hahaha. Tapi, sebagai muslim tentu tidak boleh sembarang makan saja, apalagi di negara yang mayoritas non-muslim seperti Jepang. “Yaelah bro, urusan makan aja ribet bener, makan ya makan aja ! Yang dimakan juga bakal dikeluarin kali Bro. Woles. Peace Love and Gaol aja hahha” Boleh aja sih berpendapat gitu, tapi kalo semua yang dimakan ente keluarin, ya apa gunanya makan, hahaha. Yang jadi masalah soalnye barang haram bukan cuma singgah bentar dan bikin kenyang di perut tapi bakal jadi darah daging (buka buku pelajaran SMP lagi ya ahahahah), Nah lho. Bisa berabe kan kalo makan sembarangan.

Kalo di Indonesia urusan begini mudah saja, karena dari warung kecil sampai restoran besar menyediakan menu halal, kadang disertai sertifikat dari MUI. Nah, kalo di Jepang gimana ? Saya akan berbagi pengalaman pribadi bagaimana mengidentifikasi dan menemukan produk dan makanan halal untuk ‘bertahan hidup’ selama di Jepang. Bagaimana menemukan makanan HALAL, berikut beberapa tips dan ceritanya :

  • Menemukan restoran halal dengan bantuan apps melalui smartphone. Ada beberapa apps tentang muslim dan berbagai hal terkait termasuk soal makanan. Apps ini bisa diunduh di Playstore : HalalMinds (menyediakan scan barkode pada produk), Halal Gourmet Japan (Menyediakan info restoran halal di seluruh Jepang berikut kriterianya, misalnya hanya chefnya muslim, atau tidak menyajikan alkohol, dll). Jika bergantung pada apps tersebut rasanya masih belum cukup, karena pasti ada keterbatasan. Di apps HalalMinds misalnya, waktu scan produk bisa makan waktu lama, dan tidak ditemukan. Selain itu, ada beberapa produk yang tidak ada info atau N/A. Salah satu Resto halal di dekat Kashiihama Kaikan (Asrama Kashiihama) adalah warung makanan Turki di Mall AEON yang menjual makanan halal nasi dan kebab dengan harga paling murah 500 Yen, mahal sih tapi porsinya lumayan juga lah. Ini gambarnya.
Mr. Kebab, andalan pas awal-awal hidup di Fukuoka. Alhamdulillah sudah 1 kali dapat Kebab Gratisan hahaha
Hasil scan produk “Milk Tea” dari Apps Halal Minds. Salah satu produk teh yang umum ditemukan di Vending Machine sekitar Kampus
  • Memasak sendiri. Ini cara yang paling aman, tapi tidak praktis hehe. Bahan-bahan makanan yang halal bisa ditemukan di Toko Halal, atau di supermarket biasa tapi pilihlah bahan seafood misalnya : udang, cumi, ikan yang masih mentah dan belum diolah. Biasanya sudah dipack unyu-unyu dalam ukuran ekonomis ala mahasiswa gitu, harganya 200-400 JPY per pack. Tapiiiii, saya satu kamar sama dua mahasiswa Cina yang hobi masak babi, pernah satu kali masak bareng (sebelahan maksdunya) dia masak babi, saya masak ikan, jarak penggorengan nggak sampai satu jengkal, mana pake acara minyaknya muncrat-muncrat lagii. Nasiiib nasiiib
Calon Bapak (yang baik) #tsaaah. Dapur di Asrama kece badai, PW banget buat masak
  • Makan di kantin halal kampus. Kalo di kampus-kampus yang punya banyak mahasiswa internasional biasanya ada kantin halalnya, di Kyushu Univ. ada kantin yang namanya Nabi-san (katanya yang punya namanya Nabil). Di kantin ini ada beberapa menu yang disajikan, model bento gitu tapi. Harganya berkisar 390-600 JPY per porsi. Abis beli disitu, terus nyari tempat duduk di taman, kadang makan sama anak-anak Afganistan.

  • Memilih makanan sesuai review dari beberapa fanpage Halal Food di Facebook, seperti : a) Halal Foods in Japan (https://www.facebook.com/Halalanjapan), b) Halal Japan (https://www.facebook.com/Halal-Japan-503821533010825/timeline/), dan c) Serijaya Indonesia (https://www.facebook.com/SERIJAYA-INDONESIA-175849819132269/timeline/). Fanpage itu bisa kita jadikan referensi untuk memilah makanan halal di supermarket. Umumnya produk yang mengandung bahan meragukan misalnya Shortening, bisa ditanyakan ke produsennya apakah berasal dari hewan dan tumbuhan.

  • Memilah sendiri makanan/snack halal di Supermarket. Kalo mau susah dikit, sebenarnya tidak semua produk (terutama snack) di supermarket itu tidak boleh dikonsumsi, ada beberapa yang bisa kok. Tapi, untuk membedakannya harus memiliki kemampuan khusus : kemampuan mengenali komposisinya. Berikut bahan-bahan yang harus dihindari karena tergolong HARAM atau Meragukan (sumber : http://kmi-s.ppisendai.org/halal-haram/). Coba amati dan hapalkan sandinya ya, akan kita bahas di tulisan berikutnya (biar pada balik lagi kemari hahaha). Berikut snack yang tidak berlogo halal (pastinya) tapi bisa dimakan karena tidak mengandung bahan yang harus dihindari.
Dorayaki (InsyaAllah HALAL). Komposisi : Gula, Tepung terigu, kedelai, telur, lemak nabati, madu, dll
Snack Cocochips (InsyaAllah HALAL). Tanpa “Shortening” dan emulsifier dari tumbuhan (kedelai)
  • Memesan bahan makanan dari Toko Online, (misalnya toko Indonesia (http://toko-indonesia.org/)). Untuk jumlah pesanan tertentu misalnya di atas 10.000 yen, bebas biaya kirim untuk pulau Honshu, tapi untuk Fukuoka yang ada di Kyushu dan beberapa kota lainnya dikenakan biaya 550 Yen. Tips aja, kalo mau murah biaya kirimnya, belinya sekalian banyak dan ramean hahaha. Biaya kirim dibagi rata deh, hahaha. Bisa jadi murah banget tuh.

Karena khawatir kepanjangan saya potong sampai sini dulu ya. Di tulisan selanjutnya saya akan share beberapa Kanji yang perlu diperhatikan untuk memilih makanan di Supermarket, bahan yang harus dihindari dan bahan yang umum terdapat pada makanan (pengetahuan tambahan saja). Banyak cara untuk mencari yang halal, so tidak perlu “menghalalkan” segala cara hanya untuk makan ya.

5 comments

  1. fadillaazeaza Reply

    anyway just realized!!!! you bought the domain and turn into mfadhillah.com!
    spamming nama sama ternyata hobby juga sama, ngeblog,, oke lanjutkan anak muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *