Mengambil Madu dari Lebah Liar di Belitung

Assalamu’alaikum. Kali ini saya ingin cerita-cerita sedikit pengalaman yang sebenarnya sudah beberapa tahun yang lalu. Berhubung baru aktif ngeBlog akhir-akhir ini diposting aja mudah-mudahan bermanfaat. Baik, saya awali cerita berburu madu ini dengan memperkenalkan Lebah itu sendiri. Lebah adalah serangga sosial yang disebut dalam Al-Quran. Allah mengabadikannya menjadi salah satu surah. Subhanallah. Di Indonesia dan juga di dunia, ada dua cara mendapatkan madu yaitu, dengan diternakkan atau mengambil langsung dari alam (lebah liar). Lebah yang diternakkan tentu berbeda dengan yang liar di alam. Di tempat saya (Belitung), ternak lebah masih belum ada. Kebanyakan orang masih mengandalkan lebah liar di alam untuk mendapatkan madu, tentunya dengan resiko.

Teknik Tradisional Memanen Lebah Madu Liar di Indonesia

Kegiatan observasi sarang lebah liar

Kegiatan ini sebenarnya untuk mengisi liburan saja, selagi pulang kampung saja. Jadi, sebelum pulang saya sudah mengontak kerabat apakah pernah liat lebah di sekitar untuk diambil madunya. “Ade, tape madu ngangin macam e”. terjemahannya “Ada, tapi lebah yang sedang tidak bersarang” jawab Pak Cik saya. Jadi tanggal 28/1/2011 kami langsung menuju lokasi dan memang ditemukan lebah madu yang sedang ngangin. Karena berniat mengambil beberapa induk lebah untuk sampel maka dengan menggunakan alat seadanya Pak Cik mencoba untuk mengambilkannya, padahal lumayan beresiko karena lebah itu bisa sewaktu-waktu menyerang pengganggunya.

Lebah Madu ang sedang ngangin (swarming)

Setelah itu, kami juga menemukan sarang lebah hutan yang belum selesai namun sudah ditinggalkan, mungkin karena suara gaduh dari mesin Tambang Timah Rakyat (TK mini) di dekat sarangnya.

Sarang Lebah Hutan yang Sudah Ditinggalkan
Bagian Sarang yang Jatuh ke Tanah

Tanggal 7/2/2011 ceritanya saya dan Pak Ron kembali melakukan misi yang sama namun kali ini lokasi sudah dipastikan ada lebah madu yang sedang bersarang. Pak Ron sebelumnya memasang sunggawan semacam tempat untuk lebah bersarang dan menghasilkan madu. Madu yang dihasilkan jadi milik orang yang membuat sunggawan itu. Hari itu kami bersiap-siap, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum memanen madu dari lebah hutan ini. Lebah hutan ini terkenal ganas dan juga bisa mematikan jika tidak berhati-hati. Cara tradisional masyarakat untuk mengusir induk lebah dari sarangnya adalah dengan asap, namun di Belitung asap dibuat dari ramuan beberap jenis daun tumbuhan hutan. Tidak cukup itu saja, ramuan daun itu juaga harus digosok ke seluruh badan.

Sunggawan
Foto di depan sarang Lebah Hutan

Proses Pemanenan

Proses pemanenan madu sebenarnya cepat jika semuanya berjalan lancar. Waktu itu pemanenan madu hanya sekitar 15 menit, semuanya lancar. Ketika kena kepulan asap dari daun-daun, sontak semua induk lebah kalang kabut dan terbang dari sarangnya. Mungkin juga pada saat ini induk lebah akan jatuh ke tubuh pengambilnya sehingga sebagian orang mengambil madu tidak memakai baju khawatir madu yang masuk ke baju akan terjepit dan menyengat. Hal yang harus dilakukan adalah santai dan tenang. Induk lebah tidak menyengat jika tidak terjepit. Setelah sarang didapatkan, kemudian dibawa pulang dan diambil madu dari sarangnya. Kurang beruntung, madu ang kami dapatkan tidak sampai satu botol karen sarangnya kecil jadi kandungan madunya sedikit. Namun, pengalaman luar biasa karena bisa ikut mengambil madu langsung dari sarangnya.

Madu dan Sarang Lebah

Jika mau melihat video saat pengambilan madu silahkan klik link ini. Semoga bermanfaat.

2 comments

  1. princeofborneo Reply

    Seumur-umur sudah 4x disengat lebah, 2x di Bogor (tapi gak berasa sakit cuma kaya tertusuk jarum), 2x di Kalimantan (lebahnya besar2 dan ganas, tangan saya bengkak sampai seminggu). Padahal waktu itu niatnya cuma mencari jamur. Semoga tidak ada untuk kali kelima dst. Haha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *